Vik. Budi Sutrisno, M.Th.

Orang ketika melihat jemaat ini, melihat gereja di Sardis, mereka melihat, "Oh ini suatu gereja yang hidup. Ini suatu gereja yang terkenal, ini suatu gereja yang sungguh-sungguh pasti diberkati Tuhan. Lihat saja, jemaat nya banyak. Lihat saja pelayanannya banyak. Ini suatu gereja yang berhasil."

 

Tetapi di hadapan Tuhan, Tuhan mengatakan padahal engkau mati (Wahyu 3:1)

Kristus juga mengatakan, Tidak ada satupun pekerjaanmu yang sempurna di hadapan Allah. Tidak ada satupun yang kamu kerjakan yang beres di hadapan Allah (Wahyu 3:2).

 

Kalau kita mau mengatakan sempurna, tidak ada satupun dari diri kita yang bisa sempurna mengerjakan sesuatu. 

Tetapi ketika Tuhan mengatakan sempurna itu, bukan berarti kita betul-betul bisa mengerjakan sesuatu dengan sempurna sesuai dengan standar Allah. 

 

 

Yang menjadi pertanyaannya adalah : Apakah gereja itu mengerjakan apa yang Tuhan mau atau tidak?

 

 

Kalau gereja itu melakukan banyak hal yang baik, tetapi bukan kehendak Tuhan, bagi Tuhan itu tetap tidak ada artinya.

Bagi Tuhan, itu tetap bukanlah suatu hal yang Tuhan inginkan.

 

 

Bapak Ibu, saya seringkali mengatakan. Menjadi orang Kristen susah. 

Mengapa susah?

Kita tidak cukup melakukan yang baik saja. Kita harus tahu kehendak Tuhan itu apa, dan kita harus melakukan kehendak Tuhan saja.

 

 

Kalau kita mengerjakan hal-hal yang baik, tetapi itu bukan kehendak Tuhan, saya tanya itu dosa atau tidak ?

 

Hal yang baik tetapi bukan kehendak Tuhan bagi kita, dan kita kerjakan hal itu, itu dosa atau tidak ?

 

 

Itu tetap meleset dari sasaran ! Itu tidak kena target ! 

 

Tuhan mau kita ke satu titik, tetapi kita menyimpang sedikit saja, tetap melakukan hal yang baik, kita tidak melakukan hal yang buruk.

Tetapi tetap saja, kita tidak mencapai sasaran yang Tuhan tetapkan bagi kita. Itu tetap sesuatu hal yang salah !

 

 

Sulit sekali untuk menjadi orang Kristen. Saya mengatakan seperti ini, kemudian Bapak dan Ibu mengatakan ya sudah tidak usah menjadi orang Kristen.

 

Tidak !

Saya belum selesai. Sulit menjadi orang Kristen. Tetapi jauh lebih sulit untuk tidak percaya Kristus

Orang yang tidak percaya Kristus, jauh lebih sulit lagi.

 

 

Bapak Ibu, kalau kita menyadari hal ini, kita harus bersyukur kepada Tuhan.

Ketika kita percaya kepada Tuhan, kita sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan, Bapak Ibu tahu bahwa kita ada di dalam tangan Tuhan.

 

Itu tidak mungkin disadari oleh orang yang tidak percaya, orang yang belum percaya.

 

Anugerah Tuhan yang menopang kita, yang menjaga dan memelihara kita. Itu adalah anugerah yang besar.

 

 

Di dalam hal ini, Kristus memberikan penilaian, "Tidak ada satupun dari pekerjaanmu yang beres. Tidak ada satupun pekerjaanmu yang sempurna di hadapan Allah (Wahyu 3:2).

Artinya apa?

 

Gereja melakukan segala sesuatu. Tetapi segala sesuatu itu semuanya bukan kehendak Allah.

Kalau itu bukan kehendak Allah, itu tidak menggenapkan rencana Allah dan itu pasti tidak memberi kemuliaan kepada Allah.

 

Hal itu akan memberi kemuliaan kepada manusia mungkin, ataupun gereja secara institusi, tetapi itu tidak akan memberikan kemuliaan kepada Allah.

Maka di hadapan Kristus, Tuhan menilai ini adalah gereja yang mati.

 

 

Bapak dan Ibu, di hadapan Tuhan, suatu gereja hidup atau mati penilaiannya apa?

 

 

Bagi saya, saya melihatnya adalah seperti ini,

 

Tuhan menginginkan gereja mengerjakan sesuatu, menghasilkan sesuatu. Maka Tuhan akan mencari hal itu.

 

 

Ketika Tuhan menemukan itu, maka ini tanda dari gereja yang hidup.

Gereja bisa menghasilkan buah-buah yang bisa dinikmati oleh Tuhan.

 

 

Tetapi jika gereja melakukan apapun saja, melakukan banyak hal,

tetapi bukan kehendak Tuhan dan tidak menghasilkan sesuatu yang Tuhan inginkan, 

 

maka Tuhan tidak menikmati hal itu

dan di hadapan Tuhan, ini adalah gereja yang mati.