Pdt. Agus Marjanto

Pada waktu zaman Pilatus, ada seorang Perampok. Perampok yang tadinya terus memaki-maki Yesus Kristus. Kemudian Roh Kudus bekerja di dalamnya. Saudara-saudara perhatikan baik-baik.

 

Kalau Roh Kudus bekerja di dalam hidup kita, hal yang paling utama yang terjadi bukanlah kesembuhan, bukanlah saudara yang dari miskin menjadi kaya, atau masalah saudara menjadi beres.

 

Tidak.

Hal yang paling utama yang terjadi ketika Roh Kudus bekerja adalah kita akan dibuat menjadi mengenal dan melihat kemuliaan Kristus.

 

Padahal bagi seorang perampok itu, Kristus sedang berdarah, Kristus sedang dipaku di atas kayu salib dan dimahkotai duri. Kristus sama sekali tidak ada harapan.

Tetapi kemudian Roh Kudus itu bekerja dan perampok itu mengatakan, “Kristus jikalau Engkau nanti jadi raja, Jikalau engkau datang menjadi raja, kasihanilah aku, ingatlah aku.” (Luk 23 : 42)

 

Saudara perhatikan, baik orang Majus, maupun perampok itu, dua-duanya adalah orang yang diselamatkan. Mengapa? Karena mereka melihat Kristus sebagai Raja.

 

Saudara lihat Herodes, Pilatus dan seluruh orang Israel itu menjadi orang yang dibuang. Mengapa? Karena mereka tidak bisa mengakui dan menerima Kristus adalah raja.

 

Satu kata ini, Kristus adalah raja yang membelah seluruh dunia menjadi dua.

 

Apakah saudara-saudara diselamatkan atau tidak, bukan karena engkau pergi ke gereja ini atau tidak. Apakah engkau diselamatkan atau tidak, tergantung apakah engkau sungguh-sungguh membuat Dia menjadi raja dalam hidupmu.

 

Sekali lagi saya katakan. Saudara dan saya mengakui Dia sebagai Raja tidak, tidak akan mengubah apapun dalam hidup kita, karena Dia tetaplah raja.

 

Tetapi yang mengubah hidupmu dan hidupku adalah apakah Dia adalah raja di dalam hidupku. Dia yang mengatur hidupku. Dia yang memimpin hidupku. Dia yang memiliki kehendak atas hidupku.

 

Dan itulah yang mengubah hidup kita.

 

Saudara-saudara, hari ini adalah hari Natal.

Saya minta saudara-saudara sekali lagi mengenal siapa yang ada dalam palungan itu dan apa yang menjadi kehendak-Nya dalam hidup kita.

 

John Flavel mengatakan keselamatan dalam Kekistenan, keselamatan dalam Alkitab diwahyukan oleh Yesus sebagai nabi, dibeli oleh Yesus sebagai Imam, dan direalisasikan oleh Yesus sebagai Raja.

 

Sekali lagi saya katakan, jalan dan keselamatan yang Tuhan Yesus Kristus nyatakan adalah :

 

Pertama, jalan keselamatan yang diwahyukan oleh Yesus sebagai nabi. Kedua, dibeli oleh Yesus sebagai Imam. Dan ketiga, direalisasikan oleh Yesus sebagai Raja.

 

Diluar jalan ini, tidak ada keselamatan.

 

Artinya, jikalau saudara mempercayai Yesus yang menyatakan jalan keselamatan, Yesus yang membeli keselamatan karena darahNya tercurah bagi kita, tetapi saudara-saudara dan saya tidak mendapatkan realisasi bahwa Dia adalah raja dalam hidup kita sehari-hari sampai kita mati, maka kita bukan orang yang diselamatkan.

 

Ketiga hal ini harus ada.

Pertama, kita harus mengenal Dia satu-satunya jalan.

 

Kedua, kita harus mengenal Dia satu-satunya yang menebus hidup kita dengan darahNya, dan tidak ada pendiri agama lain yang melakukannya.

 

Dan ketiga, kita harus mengenal Dia merealisasikan bahwa Dia adalah raja dalam hidup kita.