Pdt. Agus Marjanto, M.Th.

Allah kalau berbicara dengan Abraham memakai bahasa siapa? Bahasa Malaikat?

Abraham pasti tidak akan mengerti.

Allah kalau berbicara dengan Abraham akan memakai bahasa yang dimengerti Abraham.

Betul bukan saudara-saudara ?

 

Allah kalau berbicara dengan Yehezkiel memakai bahasa siapa? Bahasanya Abraham?

Tentu tidak.

Allah memakai bahasanya Yehezkiel.

 

 

 

Ketika Dia mewahyukan diriNya, secara bahasa pun Dia merendahkan diriNya, menyamakan diriNya dengan kita.

 

 

 

Dengan pengertian ini, izinkanlah saya mengutip dari orang Puritan untuk mennyatakan suatu definisi yang ketika saya menyatakan definisi itu, mengambarkan kita sebenarnya sedang mengecilkan kemuliaan Allah.

 

 

Kemuliaan Allah bagi orang Puritan adalah keunggulan yang tidak terbatas dari esensi ilahi.

 

God’s glory is “the infinite excellency of the Divine essence”.

 

 

 

Ketika berbicara mengenai kemuliaan, maka hal pertama yang kita pikirkan seharusnya adalah pribadi Allah itu sendiri.

 

 

 

Kalau saya datang kesini dan kemudian kita berbicara mengenai Soli Deo Gloria.

Hari ini saya disini berbicara tentang kemuliaan Allah. Apa yang Anda pikirkan ?

 

 

Biasanya orang Kristen akan memikirkan bahwa saya harus melakukan sesuatu untuk kemuliaan Allah.

Saya harus berjuang untuk kemuliaan Allah.

 

 

Tetapi Alkitab mengatakan sebaliknya.

 

 

Ketika berbicara mengenai kemuliaan Allah, hal pertama yang muncul seharusnya kita pikirkan adalah Allah itu sendiri.

 

 

 

Mulia adalah atribut internal Allah. Ini adalah pribadinya Allah.

 

Allah pada diriNya sendiri. Ini adalah diriNya. Dia mulia.

 

 

 

Karena Dia mulia pada diriNya sendiri secara internal, maka seluruh ciptaanNya adalah sesuatu yang eksternal.

Dan kemuliaanNya dinyatakan keluar.

 

Seluruh ciptaan adalah ekspresi dari kemuliaan Allah.

 

 

 

Infinite excellency.

 

 

 

Musa mengatakan dalam ayat ini, “Siapakah yang seperti Engkau, di antara para allah, ya TUHAN; siapakah seperti Engkau….” (Kel 15:11).

 

 

Ini mau berbicara berkenaan dengan the Excellency of God.

The Excellency of YHWH.

 

 

Keunggulan yang tidak terbatas pada Yahweh, yang pada kelasnya sendiri, yang tidak mungkin didekati dan disaingi oleh seluruh allah siapapun saja.

 

 

KesempurnaanNya, kebesaranNya, kelayakanNya.

Dia adalah satu-satunya pada kelasnya.

 

 

Saudara-saudara ini berbicara mengenai perbedaan kualitatif.

Ini bukan berbicara mengenai perbedaan kuantitatif.

Ini bukan berbicara mengenai sudut pandang melihat.

Ini adalah perbedaan kualitatif.

 

 

Saudara-saudara perhatikan baik-baik.

Saudara jangan pernah menyamakan Allah Kekristenan dengan allahnya Islam, allahnya Budha, atau allahnya seluruh agama yang lain.

 

 

Yahweh, Allah Bapa, Allah Anak, Allah Roh Kudus, Allah Tritunggal itu berbeda secara kualitatif dengan siapapun saja di dunia ini.

 

 

Kata ‘mulia’ dalam bahasa Ibraninya adalah kavod. Kavod artinya adalah bobot/ weight.

 

 

Maka seseorang yang berelasi dengan Allah yang mulia, orang itu mengerti bobotnya Allah.