DAILY LIFE WITH GOD

Jan 2018
13
Mazmur 23:4
oleh: John Calvin
Diterjemahkan oleh: Tirza

Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku. Meskipun orang percaya memiliki tempat tinggal yang aman di bawah perlindungan Allah, mereka tetap berhadapan dengan banyak bahaya, atau lebih tepatnya, mereka dapat ditimpa penderitaan-penderitaan yang menimpa semua umat manusia, supaya mereka lebih merasakan betapa mereka memerlukan perlindungan Allah. Daud dengan tegas menyatakan, jika ada kesulitan yang menimpanya, ia akan bersandar pada providensia (pemeliharaan) Allah. Daud tidak menjanjikan dirinya kesenangan yang terus menerus. Ia menguatkan dirinya dengan pertolongan Allah untuk menanggung dengan berani segala macam bencana yang mungkin datang padanya.

Ketika Daud menyebut lembah kekelaman atau lembah bayang maut, ia membayangkan tempat yang gelap atau sarang binatang buas, yang jika seseorang memasukinya akan dicekam oleh kuatir dan takut akan kematian. Tetapi Allah telah menyatakan diri-Nya sebagai gembala kita di dalam pribadi Putra-Nya yang tunggal, jauh lebih jelas daripada di masa lampau kepada para bapa yang hidup di bawah Taurat. Kita tidaklah menghormati kasih sayang dan perlindungan-Nya, jika kita tidak mengangkat mata kita untuk memandangnya, dan dengan mata terus tertuju padanya, menginjak segala ketakutan dan teror di bawah kaki kita.

Dalam kemakmuran, Daud tidak pernah lupa bahwa ia hanyalah manusia, malah ia merenungkan kesulitan yang mungkin akan tiba padanya. Mengapa kita begitu takut jika Allah berkehendak melatih kita dengan salib? Karena setiap orang membungkus dirinya dalam keamanan yang bersifat daging, supaya ia dapat tidur dengan nyenyak dan tak terganggu. Ada perbedaan besar antara tidur dalam kebodohan ini, dari istirahat yang dihasilkan iman. Allah menguji iman dengan kesulitan. Tidak ada orang yang sungguh-sungguh percaya pada-Nya, kecuali ia yang dipersenjatai dengan keteguhan hati yang tak bisa dikalahkan atas segala ketakutan yang menyerangnya. Namun Daud tidak bermaksud bahwa ia tidak lagi merasakan takut, tetapi bahwa ia akan mengalahkannya sehingga ia pergi kemanapun gembalanya memimpin, seakan-akan tanpa takut.

JEJAK DEVOTION