DAILY LIFE WITH GOD

Jan 2018
10
Mazmur 23
oleh: John Calvin
Diterjemahkan oleh: Tirza

Tuhan adalah gembalaku. Mazmur ini tidak diselingi doa, atau mengeluhkan kesengsaraan untuk mendapat pertolongan; tetapi hanya mengandung ucapan syukur. Nampaknya Mazmur ini digubah Daud ketika ia telah memiliki kerajaan dengan damai, dan hidup dalam kemakmuran dan menikmati semua yang ia inginkan.

Tuhan dengan lembut menarik kita kepada diri-Nya dengan berkat-berkat-Nya, sebagai cicipan akan kebaikan-Nya sebagai Bapa. Namun kita terlalu gampang jatuh dan melupakan-Nya ketika kita sedang menikmati damai dan kenyamanan. Kemakmuran tidak saja memabukkan begitu banyak orang sampai mereka melewati batas kebajikan, namun juga membuahkan kekurangajaran, yang membuat orang dengan sombong bangkit dan menentang Allah. Orang yang menikmati hal-hal baik dari Allah dan tetap takut akan Dia, hidup dalam kerendahan hati dan tidak berfoya-foya, jumlahnya kurang dari satu persen. Maka kita harus lebih hati-hati memperhatikan teladan yang diberikan Daud. Ia diangkat begitu tinggi menjadi pemimpin negara, dikelilingi kekayaan dan kehormatan, memiliki kelimpahan hal-hal sementara, dan di tengah-tengah kenikmatan bangsawan. Tapi ia bukan saja ingat kepada Allah, tapi ia mengingat segala berkat yang Allah berikan kepadanya dan membuat berkat itu seperti tangga yang mendekatkannya kepada Allah. Dengan itu ia tidak saja mengekang kesemena-menaan daging, tapi juga mendorong dirinya dengan perasaan syukur yang lebih besar, dan kesalehan lain, seperti di akhir Mazmur, “Aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.” Demikian juga Mazmur 18, yang digubah pada masa hidupnya, di mana ia dipuji dari segala sisi, menyatakan dirinya sebagai hamba Tuhan. Dengan itu Daud menunjukkan kerendahan hati dan kesederhanaan yang telah ia peroleh, dan dengan terang-terangan menyaksikan syukurnya, dengan merayakan dan memuji Allah.

JEJAK DEVOTION