DAILY LIFE WITH GOD

Jan 2018
09
Mazmur 22:12-32
oleh: John Calvin
Diterjemahkan oleh: Tirza

Seperti air aku tercurah, dan segala tulangku terlepas dari sendinya; hatiku menjadi seperti lilin, hancur luluh di dalam dadaku. Penderitaan-penderitaan ini juga dialami Kristus. Karena Ia adalah sungguh-sungguh manusia, Ia memiliki keterbatasan daging, hanya tanpa cela dosa. Kemurnian natur-Nya yang sempurna tidak memadamkan perasaan manusiawi; hanya mengaturnya sehingga tidak berlebihan dan menjadi dosa. Kedashyatan duka-Nya, tidak bisa membuat-Nya sedemikian lemah sehingga Ia tidak jadi menundukkan diri-Nya di bawah kehendak Allah, bahkan di tengah penderitaan yang paling menyiksa, dengan pikiran yang tenang dan damai.

Kekuatanku kering seperti beling, lidahku melekat pada langit-langit mulutku; dan dalam debu maut Kauletakkan aku. Segala pengharapan akan hidup direnggut darinya, dan seperti itu juga maksud paulus dalam 2 Kor. 1:9 bahwa “ia telah dijatuhi hukuman mati.” Tapi Daud berbicara dengan bahasa kiasan, dan untuk memimpin kita melampaui dirinya menuju Kristus. Pertemuan Penebus kita dengan maut yang menakutkan, di mana tubuh-Nya mengeluarkan keringat darah; turunnya Ia ke dunia orang mati, di mana Ia mencicipi murka Allah bagi pendosa; dan dengan singkat, mengosongkan diri-Nya sendiri, tidak dapat diungkapkan dengan gambaran bahasa yang biasa. Terlebih lagi, Daud bicara mengenai kematian sebagaimana orang yang berada dalam kesulitan biasa membicarakannya, karena ketakutan, orang tidak dapat memikirkan apapun selain diri mereka menjadi debu dan kehancuran.

Aku akan memasyhurkan nama-Mu kepada saudara-saudaraku dan memuji-muji Engkau di tengah-tengah jemaah. Dalam Mazmur ini kita melihat, bahwa dalam diri Daud ada bayang-bayang Kristus. Dengan sebutan saudara-saudara, hak persaudaraan dengan Kristus telah dipastikan untuk kita. Dalam batas tertentu, semua umat manusia memikinya, tetapi hanya orang percaya sejatilah yang dapat sungguh-sungguh menikmatinya. Karena ini Kristus sendiri dengan mulut-Nya membatasi gelar ini untuk murid-murid-Nya, “Pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah keda mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu” (Yoh. 20:17).

JEJAK DEVOTION