DAILY LIFE WITH GOD

Dec 2017
06
Psalm 15:4
oleh: John Calvin
Diterjemahkan oleh: Tirza Rachmadi
Orang yang setia lebih suka menderita kerugian daripada melanggar janjinya. Waktu seseorang menepati janjinya karena ada keuntungan bagi dirinya, tidak ada bukti untuk kelurusan dan kesetiaannya. Tapi jika seorang berjanji pada orang lain, dan ada sedikit kerugian waktu memenuhi janji itu, biasanya orang akan berusaha mencari alasan untuk membatalkan perjanjian tersebut. Semua orang membuat pertimbangan untuk keuntungannya sendiri, dan jika menepati janji mengakibatkan ketidaknyamanan atau kerepotan, ia cukup kreatif untuk membayangkan ketidaknyamanan itu menjadi kerugian yang jauh lebih besar daripada yang masuk akal. Sepertinya alasan yang cukup baik, jika dikatakan, pembatalan janji ini supaya tidak rugi besar. Dari situ kita lihat, begitu banyak ketidaksetiaan di antara manusia, sampai manusia tidak merasa wajib melaksanakan janji yang mereka buat, kecuali kalau hal itu akan memenuhi kepentingan mereka sendiri. Daud menentang ketidaksetiaan ini, dan menuntut anak-anak Allah untuk menunjukkan keteguhan yang terbesar dalam menepati janji mereka. Mungkin muncul pertanyaan, bagaimana jika contohnya seseorang menjadi korban perampok di jalan, dan menjanjikan sejumlah uang untuk menyelamatkan nyawanya, lalu ia dibiarkan pergi, apakah ia harus menepati janjinya? Atau, jika seseorang ditipu dengan kejam, bolehkah ia melanggar janji yang sudah ia buat dalam perjanjian itu? Jawabannya, berkenaan dengan perampok di atas, orang yang memberikan uang pada perampok membuat kesalahan lain, yaitu dengan uangnya mendukung seorang musuh dari umat manusia yang akan merugikan masyarakat umum. Daud tidak membebankan orang beriman dengan alternatif demikian, melainkan mendorong mereka untuk lebih menghargai janji mereka daripada keuntungan sendiri, terutama ketika mereka meneguhkan janji mereka dengan sumpah. Pada kasus yang kedua, yaitu ketika seseorang sudah bersumpah, meski karena dibohongi dan disetir oleh penipuan yang jahat, ia seharusnya berpegang pada nama Tuhan yang suci dengan penghormatan, sehingga lebih suka dengan sabar menderita kerugian daripada melanggar sumpahnya. Namun membukakan penipuan itu sendiri adalah sah, selama ia bukan melakukan itu untuk mengejar kepentingannya sendiri; dan selain itu, tidak ada yang menghalanginya dari usaha perdamaian untuk membereskan perkara tersebut dengan lawannya.
JEJAK DEVOTION