DAILY LIFE WITH GOD

Dec 2017
05
Psalm 15:4
oleh: John Calvin
Diterjemahkan oleh: Tirza Rachmadi
Yang memandang hina orang yang tersingkir (terjemahan lain: orang yang ditolak Tuhan). Anak-anak Tuhan memandang hina orang yang tidak takut pada Tuhan, dan membentuk penilaian yang rendah akan karakter mereka. Orang yang saleh, meski hidupnya patut dipuji dan bajik, tidaklah besar kepala dengan anggapan mereka sendiri, melainkan tidak puas dengan diri sendiri, karena mereka merasakan betapa jauhnya mereka dari standar kesempurnaan yang dituntut. Pemazmur memuji penilaian yang bebas dan lurus akan karakter manusia, yang dengannya orang jahat tidak dilepaskan, dan kebajikan menerima kehormatan selayaknya. Menjilat orang dengan pujian, memelihara dan menumbuhkan kejahatan dengan menutupinya, adalah suatu kejahatan yang sangat berbahaya, dan ada di mana-mana.
Jika orang yang jahat memegang jabatan yang berotoritas, penilaian kita akan mereka tidaklah boleh sampai kita menolak menaati mereka sejauh kewajiban kita. Namun kita harus waspada akan usaha menjilat mereka dan mencocokkan diri kita dengan mereka, yang artinya memasukkan diri kita dalam penghakiman yang sama. Orang yang bukan saja memandang perbuatan jahat mereka tanpa peduli, bahkan juga menghormati mereka, menuunjukkan bahwa ia, sejauh kuasanya, menganggap mereka baik. Paulus mengajar kita (Ef. 5:2) bahwa ketika kita tidak menegur mereka, tindakan ini adalah sebuah spesies persekutuan dengan karya kegelapan.
Tetapi memuliakan orang yang takut akan TUHAN. Menghormati orang yang lurus dan takut pada Tuhan, bukanlah kebajikan biasa. Mayoritas umat manusia menolak persahabatan dengan orang yang baik, dan meninggalkan mereka dalam hinaan. Hal ini menyakiti Tuhan. Mari kita belajar menghargai orang bukan karena jabatan atau uang atau kemuliaan yang sementara, tetapi kesalehan atau takut pada Tuhan. Tidak ada orang yang akan mempelajari kesalehan tanpa menghormati hamba-hamba Tuhan, dan cinta pada hamba-hamba Tuhan akan menggerakkan kita untuk mengikuti kesucian hidup mereka.
JEJAK DEVOTION