DAILY LIFE WITH GOD

Oct 2017
11
Ciri Orang yang Miskin di Hadapan Allah
oleh: Jeremiah Burroughes
Diterjemahkan oleh: Vinny

11 Oktober

Ciri Orang yang Miskin di Hadapan Allah

“Biarlah orang sengsara dan orang miskin memuji-muji nama-Mu” Mazmur 74:21

Apa ciri-ciri orang yang miskin di hadapan Allah?

(1) Mereka rendah hati dalam memandang karunia-karunia mereka. Hati orang duniawi congkak, tetapi hati yang bersyukur melihat kecukupan dalam anugerah yang membuatnya rendah hati.

(2) Orang yang miskin di hadapan Allah menganggap sepele jika orang lain menerima lebih banyak kehormatan dan penghargaan. Mereka tidak memiliki alasan untuk iri hati atau terganggu. Malahan menunjukkan rasa kagum atas apa yang dimiliki orang lain. Mereka meyakini providensi Allah.

(3) Mereka menghargai setiap kebaikan kecil yang mereka terima, dan menganggapnya sebagai banyak. Mereka kagum atas setiap kesesakan yang tidak bertambah, dan senantiasa bersyukur atas setiap kasih karunia. Orang duniawi terganggu karena menganggap penderitaan mereka berat dan terlalu sedikit kemurahan yang dikaruniakan. Orang yang miskin di hadapan Allah tidak mengeluh atau menggerutu, malahan mengagumi Allah yang menaruh tangan-Nya demikian lembut ke atas mereka.

(4) Orang yang miskin di hadapan Allah adalah orang-orang yang senantiasa berdoa. Mereka tidak dapat hidup tanpa berdoa, dan tidak bisa tidak bertemu Allah hari lepas hari.

(5) Mereka adalah orang yang mengagumi dan sangat meninggikan anugerah cuma-cuma dari Allah. Apapun yang dimiliki, mereka pandang bahwa mereka tidak layak menerimanya.

(6) Orang yang miskin di hadapan Allah mengosongkan dirinya. Apapun yang  mereka miliki atau lakukan, tidak dijadikan sebagai sasaran akhir bagi kebaikan kekal mereka; memiliki kepekaan akan kemiskinan rohani mereka.

(7) Mereka rela membiarkan Allah memilih situasi atau kondisi mereka. Semua kenyamanan, kemampuan, keberhargaan, dan upah mereka, mereka serahkan sepenuhnya untuk ditentukan oleh Allah: ‘Di sini saya, biarlah Allah bertindak terhadap saya sesuai kehendak-Nya. Saya bergantung pada kemurahan-Nya.'

(8) Mereka tidak memandang orang kaya dan terhormat sebagai orang terunggul, melainkan mereka yang memperoleh kasih karunia tertinggi; ‘Oh betapa senangnya jika aku dapat hidup bersama Allah dan mengalahkan kebobrokanku!’ Sesungguhnya demikianlah kemiskinan rohani.

(9) Orang yang miskin di hadapan Allah bersedia menunggu. Sekalipun Allah tidak datang sesuai hasrat mereka, mereka merasa puas untuk terus menantikan Allah.

(10) Mereka dilanda rasa hormat akan kebesaran Allah dan otoritas Firman-Nya, dan jiwa mereka tertunduk.

Diterjemahkan dari buku “Voices From The Past” dengan cuplikan tulisan Jeremiah Burroughes (1600-1646), The Saints’ Happines, pp. 18-21

Pembacaan Alkitab  Dalam Setahun: Mar. 7:24-30; Mat. 15:21-28; Mar. 7:31-37; Mat.15:29-31; Mar. 8:1-10; Mat. 15:32 – 16:4; Mar. 8:11-21; Mat. 16:5-12

JEJAK DEVOTION