DAILY LIFE WITH GOD

Oct 2017
10
Iman dan Indera
oleh: Matthew Mead
Diterjemahkan oleh: Vinny

10 Oktober

Iman dan Indera

“Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain” Mazmur 84:11

Kehidupan iman dibangun di atas prinsip-prinsip abadi. Sedangkan kehidupan indera dibangun di atas obyek-obyek yang memudar. Mungkinkah orang beriman kekurangan sesuatupun yang baik di dalam Dia yang adalah segalanya dan mustahil berubah?
Tatkala para pelaut berlayar menuju laut, segera ia kehilangan pandangan akan daratan, sebaliknya seberapapun jauhnya ia berlayar, tidak pernah ia akan kehilangan pandangan akan langit. Jiwa orang beriman melihat hal-hal indah di dalam Allah jauh lebih banyak melampaui semua kesenangan duniawi, dan mengecap lebih banyak keindahan di dalam relasi dengan Kristus dibandingkan dengan semua persahabatan duniawi.

Anugerah Allah menyapih orang percaya dari segala harta benda duniawi, dan memampukannya untuk membedakan mana kesenangan fana dan mana yang abadi. Bagaimana kita tahu kalau kita sudah disapih dari dunia?

(1) Kita telah disapih jika kita memiliki afeksi sorgawi di tengah-tengah kepemilikan harta duniawi.

(2) Apabila kebahagiaan kita ditentukan oleh buah ilahi, bukan oleh terpenuhinya kebutuhan hidup lahiriah.

(3) Apabila kita menanggung akibat kejahatan, kesukaran dan kerugian duniawi dengan kebisuan kudus dan kepuasan roh (Ibr. 10:34).

(4) Kita memilih hidup kudus, penderitaan dan kerugian, lebih dari dosa, kesenangan dan kenaikan pangkat (Ibr. 11:24-26).

(5) Oleh iman kita mampu menghadapi baik senyuman maupun penolakan dunia. Tatkala dunia memberikan senyuman kepada kita melalui semaraknya, kehormatannya, kekayaannya, kesenangannya, kegembiraannya dan kebanggaannya, dapatkah kita memandang semua ini sebagai hal yang remeh dibandingkan dengan Kristus? Atau, apabila dunia memusuhi kita dengan memberikan salib, kerugian, penderitaan, ejekan, dapatkah kita mengatasinya dengan menyingkirkan semua ketakutan lahiriah kita dan dengan kesabaran, memandang kesesakan dan penderitaan demi Kristus sebagai kehormatan dan kebahagiaan kita?

Memiliki dunia, tetapi disapih dari dunia; memiliki dunia, tetapi tidak dimiliki [dikuasai] oleh dunia; menjalani hidup yang tidak terpengaruh dengan semua kenikmatan, merupakan anugerah kemurahan. Kemampuan untuk melihat kebesaran hanya di dalam Allah, dan keindahan hanya di dalam kekudusan, oh ini juga adalah kemurahan luar biasa! Janganlah mengejar kenyamanan dunia ini tetapi sapihlah jiwa anda dari semua itu.

Matthew Mead (1630-1699), A Name in Heaven, pp. 111-132

Diterjemahkan dari buku “Voices From The Past” dengan cuplikan tulisan Matthew Mead (1630-1699), A Name in Heaven, pp. 111-132

Pembacaan Alkitab  Dalam Setahun: Yoh. 6:22-71; Mar. 7:1-23; Mat. 15:1-20

JEJAK DEVOTION