DAILY LIFE WITH GOD

Oct 2017
08
Disapih dari Dunia
oleh: Matthew Mead
Diterjemahkan oleh: Vinny

8 Oktober

Disapih dari Dunia

“Sebab olehnya dunia telah disalibkan bagiku dan aku bagi dunia” Galatia 6:14

Anugerah Allah menjadikan jiwa seperti anak yang disapih terhadap semua hal-hal duniawi. Ini tidak berarti kita hidup tanpa kenyamanan dan kepuasan lahiriah. Anda bisa saja memiliki banyak harta benda duniawi, tetapi tetap disapih dari dunia. Ada orang yang hanya sedikit harta miliknya tetapi tidak menyapih diri dari dunia. Disapih dari dunia tidak harus berarti kita memandang rendah semua yang kita nikmati. Kenikmatan-kenikmatan merupakan kemurahan-kemurahan yang nyata bagi kita. Semua ini adalah pemberian dari atas dan merupakan providensi Allah yang limpah. Disapih berarti kita merasa puas dan cukup di dalam setiap kondisi dan providensi kehidupan. Tatkala Allah merancang anugerah untuk berkarya di dalam hati, dan menebus jiwa orang itu bagi Diri-Nya, pertama-tama Ia akan menyapihnya dari dunia. Inilah cara Allah menangani anak terhilang. Allah tidak pernah kita pandang lebih baik kecuali ketika dunia menjadi sangat memahitkan.

Meninggalkan Allah demi kesenangan duniawi merupakan kerugian besar; ini serupa meninggalkan mata air hidup demi kolam yang bocor, dan membawa kita menjauh dari berkat Allah. Kelebihan kenikmatan yang fana dalam dunia ciptaan akan menenggelamkan logika kita dalam indera, dan penilaian kita dipadamkan oleh selera kita. Apabila Allah menyapih jiwa dari dunia, Ia membuat pahit hal-hal duniawi oleh penderitaan maupun kekecewaan. Demikianlah Ia menuntun jiwa untuk mencari kepuasan yang lebih murni dan tak berkesudahan di dalam Kristus.

Pada masa kemakmuran lahiriah, kita sesak diisi oleh dunia, dan Tuhan tidak mendapat ruang di dalam hati kita. Kenyamanan saat kini menjadi begitu mendominasi dan mengusir Dia keluar. Pada saat kelahiran Kristus, tidak ada tempat bagi-Nya di rumah penginapan. Terhadap Tuhan Yesus Kristus perlakuan yang sama masih terus berlangsung di dunia ini. Kebanyakan kita menempatkan Dia di palungan yang jauh dari kita. Bagaimana cara anda memperlakukan Yesus yang mulia? Apakah anda menerima Dia di dalam hati dan afeksi anda juga? Marilah secara tulus berelasi dengan Allah dan jiwa anda sendiri, dan katakanlah, perlakuan macam apa yang anda berikan kepada Tuhan Yesus? Persilahkanlah Dia masuk ke dalam hati dan afeksi anda!

Diterjemahkan dari buku “Voices From The Past” dengan cuplikan tulisan Matthew Mead (1630-1699), A Name in Heaven, pp. 77-103

Pembacaan Alkitab  Dalam Setahun: Mat. 9:27-34; Mar. 6:1-6; Mat. 13:53-58; Mat. 9:35-38; Mar. 6:7-13; Mat. 10:1-42; Luk. 9:1-6

JEJAK DEVOTION