DAILY LIFE WITH GOD

Oct 2017
23
Petunjuk melawan ketamakan (3)
oleh: Richard Baxter
Diterjemahkan oleh: Vinny

23 Okt

Petunjuk melawan ketamakan (3)

“Sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga” Matius 19:23

Petunjuk melawan ketamakan:

(9) Perhatikan akibat-akibat mengerikan karena mencintai kekayaan. Ini hampir merupakan tanda paling jelas menandakan kondisi kematian dan malapetaka. Ini adalah hati yang bergeser dari Allah ke harta benda duniawi. Keduniawian menghambat manusia untuk bertobat dan pulang kembali kepada Allah. Adakah yang lebih mengham­bat para pendosa untuk bertobat selain harta benda duniawinya? Cinta pada kekayaan menghancurkan perenungan kudus dengan mengalihkan hati kepada harta benda duniawi. Cinta pada kekayaan mengalihkan hati dari persiapan yang niscaya untuk meng­ha­dapi kematian dan penghakiman hingga terlambat waktunya. Kekayaan menye­babkan pertikaian di antara keluarga terdekat, perang antar bangsa-bangsa, dan per­pecahan di dalam gereja. Kekayaan juga menjadi penyebab utama semua ketidakadilan, penindasan, dan kekejaman yang merajalela di dunia. Juga membuat kepalsuan manu­sia terhadap para sahabat dan pertaliannya, dan penghancur terbesar kasih dan pekerjaan baik.

(10) Apabila Anda menemukan ketamakan menjadi begitu menggebu-gebu dan berbahaya, lebih baik memutuskan untuk menyingkirkannya sekarang daripada di lain waktu.

(11) Waspadailah jangan sampai Anda berusaha mendamaikan Allah dengan uang. Jangan mencoba mencampur sorga dan dunia menjadi kebahagiaan Anda, jangan bermimpi bahwa ketika dunia paling Anda cintai, Anda masih mungkin mendapatkan sorga sebagai cadangan pada akhirnya. Apakah dunia lebih dikasihi, dicari, disenangi, dan diraih lebih cepat? Apakah hati, kegembiraan, dan ketekunan Anda lebih tercurah bagi dunia? Jika Anda tidak dapat melepaskan semua demi sorga, Anda tidak dapat menjadi murid sejati Kristus (Luk. 14:26-33).

(12) Untuk mengalahkan cinta akan dunia, Anda wajib mematikan kedagingan, karena dunia didambakan demi semua kesenangannya. Orang yang mematikan keda­ging­an tidak perlu menuruti hawa nafsu. Anda akan bersyukur kepada Allah tatkala Anda memandang kemakmuran orang lain dan menyadari Anda tidak membutuhkan semua ini. Betapa jauh lebih baik Anda dapat menikmati Allah dan diri sendiri dalam kehidupan dengan sedikit ikatan dan kehidupan yang lebih tenang.

Diterjemahkan dari buku “Voices From The Past” dengan cuplikan tulisan Richard Baxter (1615-1691), A Christian Directory, I:221-222

Pembacaan Alkitab  Dalam Setahun:
Mar. 14:3-9; Mat. 26:6-13; Yoh. 12:1-11; Mar. 11:1-11; Mat. 21:1-11; Luk. 19:28-40; Yoh. 12:12-19; Luk. 19:41-44; Yoh. 12:20-36

JEJAK DEVOTION