DAILY LIFE WITH GOD

Jan 2018
23
Mazmur 24:7b
oleh: John Calvin
Diterjemahkan oleh: Tirza

Hai pintu-pintu yang berabad-abad! Daud menyebut pintu-pintu, berabad-abad, karena janji Allah menjamin kestabilan dan ketetapan mereka. Bait Allah memiliki bahan dan keahlian pembangunan yang luar biasa, namun keluarbiasaannya yang utama adalah, bahwa janji Allah diukir di atasnya, seperti dalam Mazmur 132:14, “Inilah tempat perhentian-Ku selama-lamanya.” Dengan sebutan selama-lamanya bagi gerbang, sang Pemazmur mengontraskan Kemah Suci dan Bait Allah. Kemah Suci tidak pernah memiliki tempat tinggal yang tetap, namun dari waktu ke waktu diangkut dari satu tempat ke tempat yang lain, seperti seorang pengembara. Namun ketika gunung Sion dipilih dan Bait dibangun, Allah mulai memiliki di sana tempat berdiam yang tetap. Dengan kedatangan Kristus, bayang-bayang yang kelihatan tersebut menghilang, dan tidaklah aneh jika Bait Allah tidak lagi dilihat di atas gunung Sion, karena Bait itu demikian besar hingga memenuhi seluruh dunia. Jika ada yang memiliki keberatan, bahwa pada saat pembuangan ke Babel, gerbang-gerbang yang dibangun Salomo kemudian dihancurkan, jawabannya adalah, dekrit Allah tetap teguh, meski ada keruntuhan sementara. Dan oleh dekrit Allah, setelah itu Bait Allah segera dibangun kembali, sehingga seakan-akan selalu tetap berdiri.

JEJAK DEVOTION