ARTIKEL AKADEMIS

Calvinisme dan Kapitalisme (4 - terakhir)
oleh: Ulrich H. J. Kortner

Etika Ekonomi Aliran Reformed Saat ini

Pertanyaan historis dan sistematis tentang hubungan antara Calvinisme dan Kapitalisme bukan hanya berperan dalam kontroversi politik sehubungan dengan legitimasi moral dari kapitalisme sebagai satu bentuk sistem ekonomi, pertanyaan ini juga hadir dalam debat mengenai legitimasi era modern dan posisi kekristenan dalam modernitas. Kontroversi2 gereja dan dokumen2 pendukung kapitalisme dan kritik2 terhadap kapitalisme seperti Konfesi Accra (yang sudah dibahas diawal esai ini), harus diterjemahkan dalam konteks ini.

Seseorang harus mengakui bahwa hanya sedikit masuk akal untuk menyamakan roh Calvinisme dengan roh kapitalisme yang adalah ekonomi sosialis terencana. Salah satu warisan dari Calvin dan Calvinisme adalah usaha terpadu – berakar pada pandangan terhadap Tuhan, manusia, dan dunia yang berbasis injil – menuju pembentukan kondisi2 sosial dan ekonomi dan menghadapi tantangan dari kehidupan ekonomi era modern. Penting untuk diketahui bahwa lewat sejarahnya, Calvinisme telah mengkritisi perkembangan tidak sehat dalam kapitalisme dan telah mendukung bentuk2 usaha sosial, praktis, dan politis yang dilakukan oleh gereja. Hingga saat ini, Calvinisme digambarkan dengan partisipasinya dalam perkembangan ekonomi yang sehat.

Warisan ini menjadi teladan dalam etika kemanusiaan yang berdasarkan pada iman, pengharapan dan kasih dalam kerajaan Allah, seperti teolog Arthur Rich (1910-1992) katakan. Rich mendapatkan inspirasi penting dari paham sosialisme untuk pemikiran teologis dan etisnya. Etika ekonominya mengarah pada konsep sebuah ekonomisme yang melihat dunia ekonomi sebagai sebuah sistem yang sedang berproses, bergerak dalam penyelarasan terhadap hukum2nya sendiri. Dia mengatakan bahwa ekonomi ada untuk kebaikan orang banyak, bukan sebaliknya. Isu dasar dalam etika ekonomi adalah hal terbaik apakah yang melayani manusia. Dari sudut pandang Kristen, Rich menggambarkan pelayanan terhadap kehidupan sebagai tujuan dasar dari setiap aktifitas ekonomi. Dalam pandangannya, sebuah sistem tidak dapat memenuhi kebutuhan manusia tanpa memenuhi kebutuhan ekonomi dan lingkungan. Ketiganya bersama-sama membentuk sebuah segitiga ajaib ekonomi yang bertanggung jawab secara etis.

Dari titik ini, Rich sampai kepada pemahaman terstruktur yang kritis dan positif akan hubungan antara kekristenan dan kapitalisme. Dia melihat apa yg disebut ekonomi pasar bebas – ketika berpegang pada kriteria dasar manusia yaitu iman, pengharapan dan kasih – tidak dapat diterima secara etis. Dalam pandangannya, sebuah ekonomi pasar sosial, salah satu elemen terpadu dari dukungan negara dan perencanaan yang komprehensif akan bertanggung jawab secara etis. Rich dengan jelas menolak bentuk ekonomi pasar yang melihat kemanusiaan hanya dalam kebebasan individu tapi tidak dalam tangung jawab solidaritas dan sosial. Walau dihadapkan dengan pilihan antara ekonomi pasar sosial yang terkendali dan ekonomi terencana sosialis, Rich tetap memilih yang pertama. Keputusan kepada satu dari dua sistem dasar seperti yang ditetapkan oleh Rich secara akurat, “bukan hanya pertanyaan mengenai keadilan manusia, tapi rasionalitas ekonomi yang satu dan sama”. Keputusan Rich terhadap ekonomi pasar sosial mengakibatkan dukungan teologis status quo kapitalis dan tentunya bukan kekuasaan ekonomis dengan hukum2 mereka sendiri yang membentuk sebagian dari doktrin dua kerajaan. Menurut Rich, akibat ini menguji pilihan2 yang berbasis prinsip pasar dengan tetap menjaga jarak dari setiap sistem ekonomi tertentu serta memahami perkembangan lebih lanjut atau jika diperlukan orientasi ulang dari sistem ekonomi sebagai tugas yang diperlukan dari orang Kristen. Suatu pendekatan sosial kristen kepada etika tidak seharusnya menerima sistem ekonomi yang telah ada begitu saja, tapi seharusnya juga menjalankan tugas untuk berusaha dengan aktif mereformasi dunia sejalan dengan prinsip mengasihi sesama. Seperti yang dijelaskan oleh Rich, hal ini seharusnya membentuk  suatu “usaha mengoptimalkan hubungan timbal balik secara pragmatis dalam tujuan ekonomi saat ini yang sedang dalam pertimbangan, tujuannya adalah adalah meminimalisasi ketegangan lawan. Dengan itu, seseorang akan bergerak menuju ranah relatif, dimana dalam konteks ini berarti pertanyaan mengenai arti dalam ekonomi tidak akan pernah lebih dari solusi yang relatif.”

Kritik yang dibangun dengan baik secara teologis terhadap perkembangan yang negatif dari kapitalisme modern dan globalisasi saat ini kalah, tapi menurut Rich hal ini akan menjadi masuk akal jika disandingkan dengan pemahaman yang solid akan ekonomi. Pembelaan terhadap gereja2 Reformed negara2 sekutu dalam Konfesi Accra tahun 2004 yang sudah disebutkan diatas sebagai perwakilan dari golongan yang lemah dan menderita sesuai dengan warisan dan etika Calvinis. Seperti yang telah kita lihat, nasib orang miskin dalam masyarakat telah menjadi suatu bagian yang telah pasti sehubungan dengan kehidupan perekonomian dan profesionalitas bagi Calvin dan Calvinisme awal. Konfesi Accra dalam hal apokaliptik tidak sesuai dengan tradisi Reformed. Dokumen ini memuat banyak tentang “tanda2 akhir zaman”, mengkritik dan menyatakan pertentangannya kepada globalisasi dan neoliberalisme secara kuat tanpa berusaha membuat analisa ekonomi. Ada keselarasan antara nubuat yang bersifat biblikal dengan teori konspirasi ideologis. Semua retoris konfesional ini sekali lagi mengajak kepada status confessionis masih tidak dapat menyembunyikan fakta bahwa “perekonomian anugerah” yang menjadi tren saat itu tetap menjadi konsep yang tidak jelas dan bukan pilihan yang nyata untuk sistem ekonomi. Kritik terhadap kapitalisme dalam konteks ini berkembang menjadi suatu bentuk fundamentalisme yang berakar dalam teologi historis dan dorongan apokaliptik. Hal ini membuat mungkin untuk melihat dan menghargai hal sebelum yang terakhir seperti yang dikatakan Dietrich Bonhoeffer (1906-1945) dimana kita membutuhkan untuk hidup dan bertanggung jawab akan sesuatu. Teologi jenis ini akhirnya mengakibatkan marjinalisasi gereja yang mewakili lawan dari kritik terbuka terhadap dunia yang telah memunculkan Calvinisme lewat sejarahnya sendiri.

JEJAK ARTIKEL